Kamis, 28 Januari 2010

HISTORY [Museum WR.Supratman]

Di sesi tentang sejarah ini kami menyuguhkan bacaan tentang profile Wr.Supratman karena kami kebagian tempat makam Wr.Supratman di daerah jalan Kenjeran. Di makam atau museum Wr.Supratman ini kami melihat bahwa betapa rakyat Indonesia ini mengenang jasa pahlawan kita ini. Wage Rudolf Supratman atau biasa yang kita panggil Wr Supratman ini merupakan mencipta lagu Indonesia raya.

berikut ini merupakan Latar belakang Wr Supratman:

1903: 9 Maret, lahir Senin Wage di Jatinegara, Jakarta, beragama islam dan tidak berpartai.

1914: diasuh oleh kakak iparnya Wm van Eldik (sastromihardjo) di makasasr, is belajar memetik gitar dan menggesek biola.

1919: masuk sekolah guru di Makasar dan diangkat jadi guru, mendirikan jazz band “Black and White” di Makasar dalam binaan Van Eldik hingga 1924.

1924: ia ke Sby lalu Bandung à Jadi wartawan surat kabar. Kaoem Moeda.

1926: sebagai wartawan surat kabar “sin po” rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan nasional di geung parlemen gang kenari Jakarta dan mulai menciptakan lagu Indonesia raya, selesai 1928.

Semula refrain lagu ditulisnya indones’, indones’. Merdeka, merdeka dan sejak itu ia dikejar – kejar oleh polisi Hindia Belanda. 27-28 Oktober 1928 à kongres pemuda pemuda Indo ke II di Jakarta dengan hasil kebulatan tekad sumpah pemuda yaitu satu tanah air Indo – satu bangsa Indo. Satu bahasa Indo seta diputuskan mengakui lagi Indo raya sebagai lagu kebangsaan.

Dalam kongres itu dinyanyikan lagi IR dengan gesekan biola oleh WR. Supratman namun tetap dilarang.

1930-1937 à ia berpindah pindah tempat, hingga di taun 1937 ia dibawa oleh saudaranya ke Surabaya dalam keadaan sakit.

7 agustus 1938 Ketika sedang memimpin pandy – pandy KBI menyiarkan lagu matahari terbit di NIPO Jln. Embong malang Sby. Ia ditangkap dan ditahan di penjara Kalisosok.

17 agustus 1938: WRS meninggal dunia di jalan Mangga 21 sby tanpa istri dan anak karena memang belum menikah dan dimakamkan di kuburan umum kapas Jln. Kenjeran Sby secara islam.

PESAN-PESAN dari WR SUPRATMAN:

Nasib koe soedah begini. Inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal secara ichlas. Saja toch soedah beramal, berdjoang dengan carakoe, dengan biolakoe. Saja yakin Indonesia pasti merdeka!

bisa kita lihat bahwa perjuangan Wr Supratman sangatlah berliku-liku dan sangat sengsara, semoga kita tidak melupakan jasanya dan tetap mengenang Wr.Supratman di hati kitaa :)

0 komentar:

Posting Komentar

Kamis, 28 Januari 2010

HISTORY [Museum WR.Supratman]

Diposting oleh Anonim di 16.55
Di sesi tentang sejarah ini kami menyuguhkan bacaan tentang profile Wr.Supratman karena kami kebagian tempat makam Wr.Supratman di daerah jalan Kenjeran. Di makam atau museum Wr.Supratman ini kami melihat bahwa betapa rakyat Indonesia ini mengenang jasa pahlawan kita ini. Wage Rudolf Supratman atau biasa yang kita panggil Wr Supratman ini merupakan mencipta lagu Indonesia raya.

berikut ini merupakan Latar belakang Wr Supratman:

1903: 9 Maret, lahir Senin Wage di Jatinegara, Jakarta, beragama islam dan tidak berpartai.

1914: diasuh oleh kakak iparnya Wm van Eldik (sastromihardjo) di makasasr, is belajar memetik gitar dan menggesek biola.

1919: masuk sekolah guru di Makasar dan diangkat jadi guru, mendirikan jazz band “Black and White” di Makasar dalam binaan Van Eldik hingga 1924.

1924: ia ke Sby lalu Bandung à Jadi wartawan surat kabar. Kaoem Moeda.

1926: sebagai wartawan surat kabar “sin po” rajin mengunjungi rapat-rapat pergerakan nasional di geung parlemen gang kenari Jakarta dan mulai menciptakan lagu Indonesia raya, selesai 1928.

Semula refrain lagu ditulisnya indones’, indones’. Merdeka, merdeka dan sejak itu ia dikejar – kejar oleh polisi Hindia Belanda. 27-28 Oktober 1928 à kongres pemuda pemuda Indo ke II di Jakarta dengan hasil kebulatan tekad sumpah pemuda yaitu satu tanah air Indo – satu bangsa Indo. Satu bahasa Indo seta diputuskan mengakui lagi Indo raya sebagai lagu kebangsaan.

Dalam kongres itu dinyanyikan lagi IR dengan gesekan biola oleh WR. Supratman namun tetap dilarang.

1930-1937 à ia berpindah pindah tempat, hingga di taun 1937 ia dibawa oleh saudaranya ke Surabaya dalam keadaan sakit.

7 agustus 1938 Ketika sedang memimpin pandy – pandy KBI menyiarkan lagu matahari terbit di NIPO Jln. Embong malang Sby. Ia ditangkap dan ditahan di penjara Kalisosok.

17 agustus 1938: WRS meninggal dunia di jalan Mangga 21 sby tanpa istri dan anak karena memang belum menikah dan dimakamkan di kuburan umum kapas Jln. Kenjeran Sby secara islam.

PESAN-PESAN dari WR SUPRATMAN:

Nasib koe soedah begini. Inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal secara ichlas. Saja toch soedah beramal, berdjoang dengan carakoe, dengan biolakoe. Saja yakin Indonesia pasti merdeka!

bisa kita lihat bahwa perjuangan Wr Supratman sangatlah berliku-liku dan sangat sengsara, semoga kita tidak melupakan jasanya dan tetap mengenang Wr.Supratman di hati kitaa :)

0 komentar on "HISTORY [Museum WR.Supratman]"

Posting Komentar