berikut ini merupakan Latar belakang Wr Supratman:
1903: 9 Maret, lahir Senin Wage di Jatinegara,
1914: diasuh oleh kakak iparnya Wm van Eldik (sastromihardjo) di makasasr, is belajar memetik gitar dan menggesek biola.
1919: masuk sekolah guru di Makasar dan diangkat jadi guru, mendirikan jazz band “Black and White” di Makasar dalam binaan Van Eldik hingga 1924.
1924: ia ke Sby lalu
1926: sebagai wartawan
Semula refrain lagu ditulisnya indones’, indones’. Merdeka, merdeka dan sejak itu ia dikejar – kejar oleh polisi Hindia Belanda. 27-28 Oktober 1928 à kongres pemuda pemuda Indo ke II di Jakarta dengan hasil kebulatan tekad sumpah pemuda yaitu satu tanah air Indo – satu bangsa Indo. Satu bahasa Indo seta diputuskan mengakui lagi Indo raya sebagai lagu kebangsaan.
Dalam kongres itu dinyanyikan lagi IR dengan gesekan biola oleh WR. Supratman namun tetap dilarang.
1930-1937 à ia berpindah pindah tempat, hingga di taun 1937 ia dibawa oleh saudaranya ke
7 agustus 1938 Ketika sedang memimpin pandy – pandy KBI menyiarkan lagu matahari terbit di NIPO Jln. Embong
17 agustus 1938: WRS meninggal dunia di jalan Mangga 21 sby tanpa istri dan anak karena memang belum menikah dan dimakamkan di kuburan umum kapas Jln. Kenjeran Sby secara islam.
PESAN-PESAN dari WR SUPRATMAN:
Nasib koe soedah begini. Inilah jang disoekai oleh pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal secara ichlas. Saja toch soedah beramal, berdjoang dengan carakoe, dengan biolakoe. Saja yakin Indonesia pasti merdeka!
bisa kita lihat bahwa perjuangan Wr Supratman sangatlah berliku-liku dan sangat sengsara, semoga kita tidak melupakan jasanya dan tetap mengenang Wr.Supratman di hati kitaa :)


0 komentar:
Posting Komentar