Selasa, 02 Februari 2010
Biologi [Kampung Wisata Rungkut]
Dibawah ini adalah beberapa jenis tanaman toga yang ada di Kampung Wisata Rungkut:
- Daun Jinten : untuk menghilangkan bau amis, untuk mencuci ikan, untuk memasak rawon dan gule.
- Daun Gingseng : untuk supermi (sayurnya, sebentar saja digodog agar tidak layu).
- Daun Jarak : untuk menghilangkan kembung (daunnya dipipis,lalun diapi, dan diberi minyak telor dan ditempelkan pada pusar.
- Daun Sambi Poto : untuk menghilangkan gatal-gatal (kena kutu air) dengan cara direbus lalu diminum atau kaki direndam dengan air dan garam).
- Daun Sambung nyowo : untuk memasak mi (sayur) (urap-urap tetapi mentah).
- Daun ungu : untuk ambeyen.
- Daun Kuci beling : untuk kencing batu, mengempukkan bebek.
- Daun Ciplukan : untuk darah tinggi (rasanya pahit sekali, tetapi cepat sembuh).
- Daun Cabe Jawa : untuk jamu (rasanya segar/mint) (sebutannya cabe puyang).
- Daun Mahkota Dewa : penanggulangan kanker dan tumor.
PERHATIAN:
- Semua tanaman tanpa pengawet.
- Semua tanaman dikembangkan.
- Semua tanaman tidak beracun.
- Semua tanaman dari kader lingkungan (minggu ke 2 pembibitan dan dijual pada waktu kunjungan/orang-orang dari luar yang ambil).
Harga : Rp.3000/polibag.
Pada saat minggu kedua ibu-ibu yang ada di kampong tersebut, berkumpul semua dan melakukan pembibitan tanaman bagi tanaman yang sudah tinggi, lalu dipotong dan dikembangkan pada pot yang berbeda. (dalam satu minggu dapat tumbuh kembali)
Ada banyak keuntungan yang di dapat dari pemngembangbiakan tanaman toga tersebut, antara lain: dapat dijual dan hasil penjualan untuk pembelian polibeg, tanah, kompos, seragam untuk ibu-ibu, dan lain-lain, untuk pengobatan keluarga sekitar, dan berbagai macam.
- Daun Jinten : untuk menghilangkan bau amis, untuk mencuci ikan, untuk memasak rawon dan gule.
- Daun Gingseng : untuk supermi (sayurnya, sebentar saja digodog agar tidak layu).
- Daun Jarak : untuk menghilangkan kembung (daunnya dipipis,lalun diapi, dan diberi minyak telor dan ditempelkan pada pusar.
- Daun Sambi Poto : untuk menghilangkan gatal-gatal (kena kutu air) dengan cara direbus lalu diminum atau kaki direndam dengan air dan garam).
- Daun Sambung nyowo : untuk memasak mi (sayur) (urap-urap tetapi mentah).
- Daun ungu : untuk ambeyen.
- Daun Kuci beling : untuk kencing batu, mengempukkan bebek.
- Daun Ciplukan : untuk darah tinggi (rasanya pahit sekali, tetapi cepat sembuh).
- Daun Cabe Jawa : untuk jamu (rasanya segar/mint) (sebutannya cabe puyang).
- Daun Mahkota Dewa : penanggulangan kanker dan tumor.
PERHATIAN:
- Semua tanaman tanpa pengawet.
- Semua tanaman dikembangkan.
- Semua tanaman tidak beracun.
- Semua tanaman dari kader lingkungan (minggu ke 2 pembibitan dan dijual pada waktu kunjungan/orang-orang dari luar yang ambil).
Harga : Rp.3000/polibag.
Pada saat minggu kedua ibu-ibu yang ada di kampong tersebut, berkumpul semua dan melakukan pembibitan tanaman bagi tanaman yang sudah tinggi, lalu dipotong dan dikembangkan pada pot yang berbeda. (dalam satu minggu dapat tumbuh kembali)
Ada banyak keuntungan yang di dapat dari pemngembangbiakan tanaman toga tersebut, antara lain: dapat dijual dan hasil penjualan untuk pembelian polibeg, tanah, kompos, seragam untuk ibu-ibu, dan lain-lain, untuk pengobatan keluarga sekitar, dan berbagai macam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Selasa, 02 Februari 2010
Biologi [Kampung Wisata Rungkut]
Dibawah ini adalah beberapa jenis tanaman toga yang ada di Kampung Wisata Rungkut:
- Daun Jinten : untuk menghilangkan bau amis, untuk mencuci ikan, untuk memasak rawon dan gule.
- Daun Gingseng : untuk supermi (sayurnya, sebentar saja digodog agar tidak layu).
- Daun Jarak : untuk menghilangkan kembung (daunnya dipipis,lalun diapi, dan diberi minyak telor dan ditempelkan pada pusar.
- Daun Sambi Poto : untuk menghilangkan gatal-gatal (kena kutu air) dengan cara direbus lalu diminum atau kaki direndam dengan air dan garam).
- Daun Sambung nyowo : untuk memasak mi (sayur) (urap-urap tetapi mentah).
- Daun ungu : untuk ambeyen.
- Daun Kuci beling : untuk kencing batu, mengempukkan bebek.
- Daun Ciplukan : untuk darah tinggi (rasanya pahit sekali, tetapi cepat sembuh).
- Daun Cabe Jawa : untuk jamu (rasanya segar/mint) (sebutannya cabe puyang).
- Daun Mahkota Dewa : penanggulangan kanker dan tumor.
PERHATIAN:
- Semua tanaman tanpa pengawet.
- Semua tanaman dikembangkan.
- Semua tanaman tidak beracun.
- Semua tanaman dari kader lingkungan (minggu ke 2 pembibitan dan dijual pada waktu kunjungan/orang-orang dari luar yang ambil).
Harga : Rp.3000/polibag.
Pada saat minggu kedua ibu-ibu yang ada di kampong tersebut, berkumpul semua dan melakukan pembibitan tanaman bagi tanaman yang sudah tinggi, lalu dipotong dan dikembangkan pada pot yang berbeda. (dalam satu minggu dapat tumbuh kembali)
Ada banyak keuntungan yang di dapat dari pemngembangbiakan tanaman toga tersebut, antara lain: dapat dijual dan hasil penjualan untuk pembelian polibeg, tanah, kompos, seragam untuk ibu-ibu, dan lain-lain, untuk pengobatan keluarga sekitar, dan berbagai macam.
- Daun Jinten : untuk menghilangkan bau amis, untuk mencuci ikan, untuk memasak rawon dan gule.
- Daun Gingseng : untuk supermi (sayurnya, sebentar saja digodog agar tidak layu).
- Daun Jarak : untuk menghilangkan kembung (daunnya dipipis,lalun diapi, dan diberi minyak telor dan ditempelkan pada pusar.
- Daun Sambi Poto : untuk menghilangkan gatal-gatal (kena kutu air) dengan cara direbus lalu diminum atau kaki direndam dengan air dan garam).
- Daun Sambung nyowo : untuk memasak mi (sayur) (urap-urap tetapi mentah).
- Daun ungu : untuk ambeyen.
- Daun Kuci beling : untuk kencing batu, mengempukkan bebek.
- Daun Ciplukan : untuk darah tinggi (rasanya pahit sekali, tetapi cepat sembuh).
- Daun Cabe Jawa : untuk jamu (rasanya segar/mint) (sebutannya cabe puyang).
- Daun Mahkota Dewa : penanggulangan kanker dan tumor.
PERHATIAN:
- Semua tanaman tanpa pengawet.
- Semua tanaman dikembangkan.
- Semua tanaman tidak beracun.
- Semua tanaman dari kader lingkungan (minggu ke 2 pembibitan dan dijual pada waktu kunjungan/orang-orang dari luar yang ambil).
Harga : Rp.3000/polibag.
Pada saat minggu kedua ibu-ibu yang ada di kampong tersebut, berkumpul semua dan melakukan pembibitan tanaman bagi tanaman yang sudah tinggi, lalu dipotong dan dikembangkan pada pot yang berbeda. (dalam satu minggu dapat tumbuh kembali)
Ada banyak keuntungan yang di dapat dari pemngembangbiakan tanaman toga tersebut, antara lain: dapat dijual dan hasil penjualan untuk pembelian polibeg, tanah, kompos, seragam untuk ibu-ibu, dan lain-lain, untuk pengobatan keluarga sekitar, dan berbagai macam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar